Ngabang (Landak News) – Hingga saat ini harga karet masih jauh dari harapan masyarakat. Jika harga kelapa sawit dihargai Rp. 3.490/Kg. Bebeda terbalik dengan harga karet.
Ya, harga karet dihargai antara Rp.11.500, Rp. 12.500 dan Rp. 13.500.
“Untuk harga karet ada 11 lebih, 12 lebih dan 13 lebih. Tergantung mutu getah A, B dan C,” kata Amiow pedagang karet Ngabang.
Perdagang karet di Pasar Ngabang hanya tinggal beberapa orang saja. Sejalan dengan pemasukan karet yang minim.
Selain itu, areal kebun karet sudah dirubah masyarakat menjadi kebun sawit.
Di Ngabang, pedangang membeli karet petani dari berbagi darah ada dari Sidas, Jelimpo, Air Besar, Kuala Behe dan daerah-daerah lain.
Sementara itu di Desa Munggu Kecamatan Ngabang Dahor (49) Pengumpul Karet mengatakan prsentase petani karet paling ada hanya 20 %, sementara 80 % nya sudah beralih ke perkebunan sawit. Selain itu warga juga beralih mata pencarian dompeng.
Ia mengatakan untuk harga karet ini berdasarkan pembelian berdasarkan kwalitas kering, sedang dan basah.
“Untuk harga saat ini harga karet tidak sebanding dengan harga sawit. Kalau dulu sempat harga mencapai Rp.25.000/Kg. Sekarang kalau yang kering Rp.13.000, dan Rp.12.000. Untuk harga yang masih basah karet masih dihargai Rp. 9.000/Kg,” katanya. (H)













