Home / Nasional

Senin, 7 September 2026 - 12:25 WIB

Mengenal Lebih Dekat Gus Kikin, Nakhoda Baru PBNU 2026-2031

KH Abdul Hakim Mahfudz, yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Kikin. (Foto: Internet)

NGABANG, LANDAK NEWS – Nama KH Abdul Hakim Mahfudz, yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Kikin, mendadak menjadi sorotan publik setelah terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031. Ia ditetapkan melalui musyawarah sembilan kiai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) pada Muktamar ke-35 NU di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026) pagi.

Di hadapan para peserta Muktamar, Gus Kikin menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara serta kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada penutupan Muktamar. Ia menyebut jalannya Muktamar berlangsung lancar dari awal hingga akhir.

Meski sosoknya kini menjadi perbincangan luas, nama Gus Kikin sesungguhnya bukan orang baru di lingkungan Nahdliyin. Ia dikenal luas sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, sekaligus menjabat Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur sebelum akhirnya terpilih memimpin PBNU.

*Keturunan Langsung Pendiri NU*

Gus Kikin lahir di Jombang pada 17 Agustus 1959 sebagai putra dari KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Dari garis keturunannya, ia merupakan cicit dari Hadratussyekh KH M. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, melalui neneknya, Nyai Hj Khoiriyah Hasyim.

Ayahnya, KH Mahfudz Anwar, dikenal sebagai ulama yang menguasai ilmu fikih, tafsir, gramatika Arab, hingga ilmu falak, sekaligus keturunan pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang yang memiliki kedekatan historis dengan Tebuireng dan Seblak. Sementara dari jalur ibu, Gus Kikin memiliki hubungan darah dengan KH Maksum bin Ali, ulama ahli falak dan penulis kitab Amtsilah at-Tashrifiyah.

Baca juga  Pengamat: Efek Perlambatan Ekonomi China Mulai Berdampak ke Indonesia

*Jalan Hidup yang Tak Biasa*

Berbeda dari kebanyakan putra kiai pesantren, jalur pendidikan dan karier Gus Kikin di masa muda justru menempuh arah yang cukup berbeda. Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengah di Jombang serta mengenyam pendidikan agama di Pesantren Sunan Ampel dan Seblak, ia melanjutkan studi ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada 1975-1979, dan baru menempuh gelar sarjana komunikasi di Universitas Terbuka pada 2013.

Lulus dari sekolah pelayaran, Gus Kikin tidak langsung kembali ke pesantren, melainkan memilih berkarier di dunia pelayaran dan bisnis. Ia sempat bekerja di PT Djakarta Lloyd dan dipercaya memimpin cabang Cilegon pada usia 30 tahun, sebelum kemudian membangun sejumlah perusahaan sendiri sejak 1998 yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari transportasi, kontraktor, teknologi informasi, komoditas, media penyiaran, hingga eksplorasi minyak dan gas melalui PT Energi Mineral Langgeng. Rekam jejak bisnisnya ini turut mengantarkannya aktif di lingkungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

*Kembali Mengabdi di Pesantren dan Organisasi*

Perjalanan Gus Kikin kembali ke dunia pesantren dimulai pada 2016, ketika ia diminta membantu KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) sebagai Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng. Sepeninggal Gus Sholah pada 2020, ia resmi menjadi Pengasuh ke-8 Pondok Pesantren Tebuireng.

Baca juga  Mahfud MD soal Pernikahan Ketua MK: Itu Manusiawi

Di jalur organisasi, Gus Kikin sempat menjabat sebagai salah satu Ketua PBNU Bidang Ekonomi pada periode kepengurusan 2022, sebelum dipercaya menggantikan KH Marzuqi Mustamar sebagai Ketua PWNU Jawa Timur, dan kembali terpilih secara aklamasi untuk periode 2024-2029. Pengalaman panjangnya di dunia usaha maupun organisasi keagamaan inilah yang kemudian mengantarkannya masuk ke bursa pencalonan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35.

*Harapan untuk Kepemimpinan Baru*

Terpilihnya Gus Kikin membawa harapan besar bagi kemajuan Nahdlatul Ulama ke depan. Pengalamannya yang luas di dunia usaha diharapkan dapat menjadi bekal untuk mendorong kemandirian ekonomi warga Nahdliyin, sementara latar belakang keilmuan dan garis keturunannya yang lekat dengan pendiri NU diharapkan mampu menjaga marwah organisasi tetap berpijak pada khittah perjuangannya.

Publik NU juga berharap kepemimpinan Gus Kikin dapat merajut kembali soliditas organisasi pascadinamika Muktamar, memperkuat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah, serta membawa NU semakin relevan menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai organisasi keagamaan yang mengayomi seluruh lapisan umat.

Sumber: NU Online

Share :

Baca Juga

Nasional

Komisi Yudisial akan panggil hakim PN Jakpus yang ‘memerintahkan penundaan Pemilu 2024’

Nasional

Menyusuri Jejak Ulama: Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Destinasi Religi yang Tak Pernah Sepi

Nasional

Ridwan Kamil Dinilai Jadi ‘Biang Kerok’ Perundungan Guru Pengkritiknya di Media Sosial

Nasional

Lagi Jaksa Ditangkap KPK, HM Prasetyo Gagal Pimpin Anak Buahnya

Nasional

Mubes II IWO Ditunda Satu Tahun, Jodhi Yudono Terima Mandat Ketua Presidium Sementara

Nasional

Mulai Januari 2019, Secara Bertahap Sebagian Pegawai Kemensos Berkantor di Gedung Cawang Kencana

Nasional

Rizieq Shihab Jadi DPO

Nasional

Masyarakat Adat Dayak Se Indonesia Mendukung Pasangan Joko Widodo-KH. Ma’rup Amin
error: Content is protected !!